Showing posts with label penelitian eksperimen. Show all posts
Showing posts with label penelitian eksperimen. Show all posts

Tuesday, December 13, 2011

Macam-Macam Penelitian Eksperimen

Menurut makalah yang disusun oleh Arifianto, Anto H., Agustina Verawati, Ria Anggraini diungkapkan bahwa:
 a.      Pengertian
Metode penelitian eksperimen adalah: metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaru perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Contohnya dalam bidang fisika penelitian-penelitian dapat menggunakan desain eksperimen karna variabel-variabel dapat di pilih  dan variable lain dapat mempengaruhi proses eksperimen dan dapat dikontrol secara tepat, adapun cotohnya dalam bidang fisika mencari pengaruh panas terhadap muai panjang suatu benda. Dalam hal ini variasi panas dan muai panjang dapat di ukur secara teliti, dan penelitian dilakukan dilaboratorium, sehingga pengaruh-pengaruh variable lain dari luar dapat di control. Sedangkan dalam penelitian social khususnya pendidikan, desain eksperimen yang digunakan untuk penelitian akan sulit mendapatkan hasil yang akurat, karna banyak variable luar yang berpengaruh dan sulit mengontrolnya adapun contohnya mencari pengaruh metode kontekstual terhadap kecepatan pemahaman murid dalam pelajaran matematika.

b.      Beberapa bentuk desain eksperimen

1.      Pre- Experimental Designs (Nondesigns)
Pre- Experimental Designs (nondesigns) belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Bentuk Pre- Experimental Designs (nondesigns) ada beberapa macam yaitu:
a.       One-Shot Cose Study
Paradikma dalam penelitian eksperimen model ini dapa di gambarkan sebagai berikut:
     X O
 
X=  Treatment yang diberikan 
      (variabel independen)
O= Observasi
      (Variabel dependen)
Adapun cara membacanya sebagai berikut terdapat suatu kelompok diberi trikmen atau perlakuan dan selanjutnya di observasi hasilnya.
b.      One- Group Pretest-Posttest Design
Bila dalam one-shot case study tidak di beri pretest, maka pada paradikma ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan sehingga hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karna dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan.
O1 X O2
 
O1= nilai pretest (sebelum diberi diklat)
O2 = nilai posttest( setelah diberi diklat)
Pengaruh diklat terhadap prestasi kerja pegawai = (O2- O1)


c.       Intact-Group Comparison
Terdapat 1 kelompok yang digunakan untuk penelitian tetapi dibagi 2 yaitu setengah kelompok eksperimen dan setengah kelompok untuk kontrol
X         O1
             O2
 
O1= Hasil pengukuran setengah kelompok yang diberi perlakuan
O2= Hasil pengukuran setengah kelompok yang tidak di beri perlakuan
Pengaruh perlakuan = O1 – O2
2.      Tru-Experimental design
Dikemukakan 2 bentuk yaitu:
a.       Pottest-Only Control Design


R X O2
R     O4
 
 


Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing di pilih secara randum (R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan kelompok yang lain tidak. Kelompok yang di beri perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang di beri (treatment) adalah (O1 : O2). Dalam penelitian yang sesungguhnya pengaruh treatment dianalisis dengan uji beda, pakai statistik t-test misalnya. Kalau terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka perlakuan yang di berikan berpengaruh secara signifikan.
b.      Pretest-posttest control group design


R     O1   X    O2
R     O3          O4
 
 



Terdapat dua kelompok yang di pilih secara randum, kemudian di beri pretest untuk mengetahui keadaan awal adalah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pretest yang baik bila nilai kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan. Pengaruh perlakuan adalah (O2 – O1) – (O4 – O3)
3.      Factorial Design
Merupakan modifikasi dari design true experimental, yaitu dengan memperlihatkan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan ( variabel independen) terhadap hasil (variabel dependen). Paradigma design faktorial dapat digambarkan seperti berikut:


R           O1         X          Y1     O2

R          O3                      Y1      O4

R          O5         X           Y2     O6

R          O7                      Y2       O8
 
 






Semua kelompok di pilih secara randum, kemudian masing-masing diberi pretest. Kelompok untuk penelitian dinyatajkan baik , bila setiap keompok nilai pretestnya sama. Jadi O1 = O3 = O5 = O7
4.      Quasi Experimental Design
Merupakan pengembangan dari true experimental design, yang sulit dilaksanakan. Mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.
Dua bentuk eksperimen ini yaitu:
a.       Time series design
Desain ini tidak dapat di pilih secara randum. Sebelum diberi perlakuan kelompok diberi pretest sampai empat kali, dengan maksud untuk mengetahui keistabilan dan kejelasan kelompok sebelum di beri perlakuan. Bila hasil pretest selama empat kali ternyata nilanya berbeda-beda, berarti kelompok tersebut labil, dan konsisten.

O1   O2  O3  O4   X   O5   O6   O7    O8
 
 



Hasil pre test yang baik adalah O1 = O2= O3 = O4 dan perlakuan yang baik adalah O5 = O6 = O7 = O8. besarnya pengaruh perlakuan adalah= (O5 + O6 + O7  O8) – (O1 + O2 + O3 + O4).
Dibawah ini merupakan grafik berbagai kemungkinan hasil penelitian yang menggunakan desain time series
b.      Nonequivalent control group design
Desain ini hampir sama dengan pretest- posttest control group desain, hanya pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompk kontrol tidak dipilih secara random.


 

POPULASI DAN SAMPEL


A.    Populasi
Adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemungkinan ditarik kesimpulannya.
B.     Sampel
Adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi. Sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).
C.    Teknik Samping
Merupakan teknik pengambilan sampel, teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Probablility sampling dan nonprobabbility sampling.
Gambar: Macam-macam Teknik Sampling
1.      Probability Sampling
Merupakan pengambilan sampel yang memberikan peluang yang samabagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
a.       Simple Random Sampling.
Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.
 b.      Proportionate Stratified random Sampling
Digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.
c.       Disproortionate Stratified Random Sampling
Digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional.
d.      Cluster sampling (Area Samling)

2.      Nonprobabbility sampling
Merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/ kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
a.       Sampling Sistematis
Merupakan teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang.
b.      Samling kuota
Adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.
c.       Sampling insidental
Adalah teknik penetuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila dipandang orang yang kebetulan ditemui ini cocok sebagai sumber data.
d.      Sampling purposive
Adalah penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
e.       Sampling jenuh
Adalah teknik penentuan sampel bila semua anggopta populasi digunakan sebagai sampel
f.       Snowball Sampling
Adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.

D.    Menetukan ukuran sampel
Cara menentukan ukuran sampel seperti yang dikemukakan didasarkan atas asumsi bahwa populasi berdistribusi normal, bila tidak normal maka cara tersebut tidak perlu dipakai.

E.     Contoh menentukan ukuran sampel
Misalnya:
  1. Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500
  2. bila sampel dibagi dalam kategori (misalnya:pria-wanita, pegawai negeri-swasta dan lain-lain) maka jumlah anggota sampel setiap kategori minimal 30.
  3. bila dalam pelitian akan melakukan analisis dengan multivarite (korelasi atau regresi ganda misalnya), maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari jumlah variabel yang diteliti
  4. untuk penelitian eksperimen yang sederhana, yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol maka jumlah anggota sampel masing-masing antara 10 s/d 20

F.     Cara Mengambil anggota sampel
Pengambilan sampel secara randum/acak dapat dilakukan dengan bilangan random, komputer, maupun dengan undian. Jika teknik pengambilan sampel adalah random, maka setiap anggota populasi diberi nomor terlebih dahulu, sesuai dengan jumlah anggota populasi.

Wednesday, December 7, 2011

Penelitian Eksperimen: Pengertian dan Konsep Dasarnya

Penelitian adalah :
 Research : Pencarian kembali
 Riset : mrpk proses yang berjalan scr terus menerus ( penelitian tidak bersifat final dan bisa disempurnakan)
 Menemukan mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah
 Suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu
 Sebagai proses penemuan mlalui pengamatan /penyelidikan yang bertujuan untuk mencari jawaban permasalahan
Metode penelitian
Cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu
 Cara ilmiah : didasarkan ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis
 Rasional : penelitian dilakukan dengan cara yang masuk akal oleh penalaran manusia
 Empiris : cara yang digunakan dapat diamati dengan indera manusia
 Sistematis : Proses penelitian menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis
Apa itu metodologi penelitian?
Ilmu tentang kerangka kerja melaksanakan penelitian
Apa beda Penelitian dan metode Ilmiah
 Penelitian :( Pahami ciri kerja penelitian)
 Ciri Kerja Penelitian:
 penelitian dirancang untuk memecahkan msl
 Memiliki nilai deskripsi, prediksi dan pengembangan generalisasi
 Penelitian memerlukan instrumen unt pengump data
 Penelitian dirancang dg prosedur teliti dan rasional
 penelitian menuntut keahlian
 Penelitian yang menggunakan hipotesis tekanannya untuk pengujian hipotesis
 Penelitian menuntut kesabaran tidak dilakukan tergesa-gesa
 Penelitian memerlukan pencatatan dan pelaporannya dilakukan secara teliti dan cermat baik prosedur maupun kesimpulannya disajikan atas bukti yang obyektif, cermat
Metode ilmiah dalam suatu penelitian
 Metode ilmiah dalam Suatu Penelitian :
Mengikuti proses dalam suatu penelitian, obyektif, sistematis, menggunakan prosedur dan berpegang pada kaidah dan prinsip penelitian melalui pengumpulan data, pengolahan data dan pembuktian secara ilmiah
Mengapa penelitian dilakukan ?
 Rasa Ingin Tahu
 Pengembangan Diri
 Kesadaran Keterbatasan Pengetahuan
 Pemecahan Masalah
Berbagai cara dalam memecahkan Masalah
Pemecahan masalah:
 Tradisional
 Kepercayaan
 Intuitif
 Emosional
 Trial and error
 Melalui Penelitian
Cara mencari kebenaran
 Penemuan secara kebetulan
 Trial and error
 Otoritas/kewibawaan
 Spekulasi
Memilih berbagai kemungkinan
 Berpikir kritis/berdasarkan pengalaman
Deduktif – Induktif
 Metode penelitian Ilmiah
Kesimpulan ditarik berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan melalui prosedur yang obyektif, sistematis, jelas dan terkontrol
Penelitian Sebagai Pencarian Ilmiah
Penelitian merupakan suatu kegiatan untuk menemukan, mengembangkan pengetahuan dengan menggunakan metode-metode yang diorganisasikan secara obyektif sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis dan menginterprestasikan data
Penelitian Pendidikan?
 Cara yang digunakan untuk mendapatkan info yang berguna dan dapat dipertanggungjawabkan dalam upaya untuk memahami proses kependidikan dengan menggunakan metode ilmiah
 Kegiatan sistematis untuk mencari jawaban yang benar/mendekati kebenaran tentang permasalahan pendidikan berdasarkan penalaran yang logis, rasional didukung oleh fakta empirik
Fungsi Penelitian Pendidikan
 Berperan dalam mengembangkan pengetahuan dan memperbaiki praktik pendidikan
 Pemecahan masalah pendidikan terutama masalah yang berkenaan dg kualitas proses penddk, pengjrn, kualitas hasil pendidikan, efektifitas pendk
Sebagai Contoh :
fungsi berdasar jenis penelitian
 Penelitian Dasar ( basic research) diarahkan untuk pengujian teori
 Penelitian Terapan ( applied research) diarahkan untuk menguji manfaat dan teori-teori ilmiah
 Penelitian Evaluatif diarahkan untuk menilai keberhasilan kegiatan suatu program
 Penelitian Tindakan diarahkan untuk memperbaiki suatu masalah sosial
 Penelitian tindakan kelas diarahkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas
Tujuan Penelitian pendidikan
 Memperoleh informasi baru
 Mengembangkan dan menjelaskan
 Menerangkan dan memprediksi suatu ubahan/variabel
Ada 2 pendekatan penelitian
Penelitian Kuantitatif:
 Berpijak konsep positivistik: Berdimensi tunggal, tetap, fixed, penelitian dalam menjawab permasalahan penelitian memerlukan pengukuran yang cermat terhadap obyek yang diteliti guna menghasilkan kesimpulan yg bs digeneraliasasikan
Penelitian Kualitatif
 Berpijak pada konsep naturalistik:
berdimensi jamak, open, tidak mungkin disusun rancangan penelitian
Penelitian kuantitantif
 Berpijak pada konsep positivistik
 Berdimensi tunggal, fixed, stabil
 Hubungan antara peneliti dg obyek lepas, dg menggunakan instrumen standar
 Setting penelitian buatan lepas dari tempat dan waktu
 Menggunakan analisis kuantitatif/statistik
 Hasil penelitian berupa inferensi, generalisasi dan prediksi
Penelitian kualitatif
 Berpijak pada konsep naturalistik
 Kenyataan berdimensi jamak, utuh, terbuka, berubah
 Hubungan peneliti dg obyek berinteraksi, peneliti sebagai instrumen
 Setting penelitian alamiah, terkait tempat dan waktu
 Analisi subyektif, intuitif, rasional
 Hasil penelitian berupa deskripsi, interprestasi
Identifikasi masalah
SUMBER MASALAH
 Bacaan
 Pertemuan Ilmiah
 Pemegang Otoritas
 Intuisi
 Pengamatan
 Pengalaman
 Wawancara dan angket
 Observasi
 Refleksi Diri dll
Kriteria permasalahan yang baik
 Permasalahan sesuai dg bidang ilmu ( keahlian)
 Permasalahan sesuai minat calon peneliti
 Permasalahan memiliki kemanfaatan yang luas ( Arikunto ( 1999)
Pendapat dari yang lain intinya sama
Perumusan Masalah dalam penelitian Formal
 Rumusan Singkat dan bermakna
 Rumusan dalam bentuk kalimat tanya
 Masalah dirumuskan secara operasional
 Rumusan masalah mampu memberi petunjuk tentang memungkinkannya pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan yang terkandung dalam masalah penelitian tersebut
Contoh : Apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa antara yang diajar dengan metode inkuiri dan metode problem solving pada mata pelajaran IPA SD Kelas VI?
Variabel dan Hipotesis dalam penelitian formal
 Variabel/Ubahan : gejala yang diteliti
 Simbol yang digunakan untuk mentransfer gejala kedalam data penelitian
Jenis-jenis variabel
1. variabel bebas (independent Variable)
Variabel Perlakukan/Intervensi, Input,
Prediktor, (variabel yang mempengaruhi)
2. Variabel terikat (dependent variable)
Variabel hasil/Out put, Kriteria, Respon
(Variabel yang dipengaruhi)
3. Variabel ekstranus (extraneous variable)
4. variabel Penyela (intervening variable)
5. Variabel moderator
6. Variabel kendali
Contoh :
 Metode Mengajar _ Prestasi Belajar
 Metode Mengajar merupakan variabel Bebas
 Prestasi belajar merupakan variabel terikat
 Variabel penyela/Intervening variable adalah proses belajar yang terjadi pada diri subyek, motivasi belajar
 Variabel Moderator : jenis kelamin
 Variabel kendali : Usia
 Exstranoues variabel : termasuk variabel bebas yang tidak dikontrol
Hipotesis
Hipotesis ?
 Adalah penjelasan /dugaan yang bersifat sementara kejadian atau peristiwa yang sudah atau akan terjadi
 Hubungan yang diduga logis antara 2 variabel atau lebih yang dapat diuji secara empiris
Fungsi hipotesis dalam penelitian kuantitatif
 Menjelaskan masalah penelitian dan pemecahannya secara rasional
 Menyatakan variabel penelitian yang perlu diuji secara empiris
 Digunakan sebagai pedoman untuk melakukan pengumpulan data
 Sebagai dasar untuk membuat kesimpulan
Rumusan hipotesis
Kriteria rumusan :
 Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian dengan maksud dapat diuji secara empiris
 Berpa pernyatan yang dikembangkan berdasarkan teori yang lebih kuat dari pada rivalnya.
Rumusan Hipotesis
 Hiipotesis nihil (null hipotesis) (Ho)
 Contoh : Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa SD kelas !V antara yang diajar dengan menggunakan metode ceramah dan metode diskusi
 Hipotesis alternatif ( hipotesis kerja) (Ha)
 Dalam hipotesis sering digunakan hipotesis alternatif contoh
 Ada perbedaan prestasi belajar siswa SD kelas IV antara yang diajar dengan menggunakan metode ceramah dan metode diskusi
Populasi dan sampel
 Populasi adalah seluruh subyek didalam wilayah penelitian
 Sampel adalah bagian dari populasi
 Sampling adalah proses pemilihan sejumlah individu sebagai obyek penelitian sebagai perwakilan kelompok
TEKNIK SAMPLING
 Random sampling
 Non random sampling
Random sampling
 Simple Random Sampling
 Stratified Random Sampling
 Proporsional Stratified Random sampling
 Cluster Random Sampling
 Area Random sampling
 Two Stage Random Sampling
Non random sampling
 Systematic Sampling
 Purposive Sampling
 Convenience sampling
Penelitian eksperimen
Pengertian Penelitian Eksperimen
 Penelian eksperimen mencoba meneliti ada hubungan sebab akibat dg cara membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dg satu atau lebih dg kelompok pembanding yg tdk menerima perlakukan
Beberapa variasi penelitian eksperimen
 Eksperimen murni (true eksperiment)
 Eksperimen Semu (quasi eksperiment)
 Eksperimen lemah
 Eksperimen subyek tunggal
Tujuan Penelitian Eksperimen
 Menguji hipotesis yg diajukan dalam penelitian
Menarik generalisasi hubungan antar variabel
Karakteristik Penelitian Eksperimen
 Variabel penelitian diatur secara ketat
 Adanya kelompok kontrol sebagai base line
 Memusatkan diri pada pengontrolan variabel, untuk memaksimalkan variansi variabel yang berkaitan dengan hipotesis penelitian, dan meminimalkan variansi variabel pengganggu yang memungkinkan mempengaruhi hasil eksperimen
 Validitas internal
 Validitas eksternal
Kelompok eksperimen dan kelompok control
 Didalam penelitian eksperimen terdapat dua kelompok : kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
( kedua kelompok tersebut sedapat mungkin sama /homogin/mendekati sama karakteristiknya
 Kelompok eksperimen diberi pengaruh atau treatmen tertentu
Kelompok kontrol tidak diberikan
Faktor yang perlu dikontrol
 Latar belakang kebudayaan
 Kondisi hasil belajar siswa
 Ruangan kelas
 fasilitas
 Waktu Belajar
 latar belakang pendidikan guru
 Pengalaman mengajar
 Tingkat kedisiplinan
 Semua variabel yang bisa berpengaruh terhadap variabel terikat
Kesesatan dalam eksperimen
 Kesesatan/error : adanya perbedaan hasil eksperimen mutlak bukan dari tindakan tetapi sebagian dipengaruhi oleh variabel ekstra yang menyebabkan terjadinya perbedaan
 Ada kesasatan konstan dan tidak konstan
 Jenis kesesatan:
 Kesesatan tipe S (subyek)
 Kesesatan tipe G (Group)
 Kesesatan tipe R ( Replikasi)
Desain Eksperimen
 Desain Eksperimen suatu rancangan percobaan merupakan langkah-langkah lengkap yang perlu diambil sebelum eksperimen dilakukan agar data yang diperoleh akan membawa ke analisis obyektif dan kesimpulan yang valid
 Dalam penelitian eksperimen tidak terkonsentrasi pada satu jenis desain/pola eksperimen
 Setiap desain/pola mempunyai kelemahan dan kebaikan
 Peneliti harus mampu memilih desain eksperimen yang dapat dilaksanakan dan paling minim mengandung resiko kelemahan

Sumber: http://blog.unnes.ac.id/faza/2011/05/30/penelitian-eksperimen/