Saturday, October 29, 2011

Pengertian Masalah Penelitian

Menurut catatan Henny Kartika dalam http://hennykartika.wordpress.com/2008/01/27/perumusan-masalah/, ia menulis bahwa dalam pengertian umum, masalah penelitian adalah suatu pertanyaan atau pernyataan yang menyatakan tentang situasi yang memerlukan pemecahan melalui penelitian, atau keputusan atau perlu didiskusikan. Secara lebih spesifik, masalah penelitian merupakan pertanyaan yang menanyakan hubungan antar variabel penelitian. Pengertian lain menunjukkan bahwa masalah merupakan kesenjangan antara situasi yang diharapkan dengan situasi yang ada. Dapat juga dikatakan sebagai kesenjangan antara tujuan yang ingin dicapai dengan keterbatasan alat dan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan tersebut. Masalah juga dapat dikatakan sebagai kesenjangan antara teori dan praktik.
Untuk menjadi suatu masalah penelitian khususnya penelitian survei, harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:
1. Suatu masalah penelitian harus menggambarkan hubungan antara dua variabel atau lebih.
2. Walaupun tidak merupakan suatu keharusan bahwa suatu masalah harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, akan tetapi banyak ahli penelitian menyarankan bahwa masalah penelitian hendaknya dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Mengapa dalam bentuk pertanyaan? Suatu masalah penelitian yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan akan lebih mengarahkan pada jawaban yang diharapkan. Dengan bentuk pertanyaan, jawabannya akan lebih jelas dan langsung pada sasarannya.
3. Suatu masalah penelitian memerlukan pengujian secara empirik. Pengujian empirik berarti bahwa pemecahannya dilandasi oleh bukti-bukti empirik yang diperoleh dari lapangan, dengan jalan mengumpulkan data yang relevan.

Sedangkan menurut situs Bangbang di http://makalahilmiah.multiply.com/journal/item/9/MASALAH_PENELITIAN, ia menuliskan sebagai berikut:
1. Apa masalah itu ?
Suatu kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, perundang-undangan dengan pelaksanaan, peraturan dengan implementasinya, teori dengan praktik, sehingga menarik minat dan perhatian untuk diteliti.

2.      Bagaimana cara mengadakan penelitian dalam upaya memecahkan masalah penelitian secara kuantitatif ?
Ada tiga persyaratan penting dalam mengadakan penelitian yaitu sistematis, berencana dan mengikuti konsep atau prosedur ilmiah.
a.       Sistematis artinya dilaksanakan menurut pola atau aturan tertentu disusun mulai dari yang paling sederhana sampai pada masalah yang komplek sehingga tercapai tujuan penelitian secara efektif dan efisien.
b.      Berencana artinya dilaksanakan berdasarkan rencana sesuai dengan unsur-unsur masalah berbentuk langkah-langkah penelitian yang jelas.
c.       Konsep atau prosedur ilmiah artinya sejak awal menemukan masalah sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, sesuai dengan prinsip-prinsip atau konsep-konsep penelitian ilmiah.

Masalah yang Baik untuk Diteliti
I.       Masalah yang bagaimana yang baik untuk diteliti ?
1.      Masalah yang tepat diteliti yaitu masalah yang dihadapkan pada suatu kebutuhan atau tantangan bagi peneliti.
2.      Masalah mudah dirumuskan sehingga menjadi jelas batasannya, kedudukan dan alternatif cara pemecahannya.
3.      Memiliki hipotesis yang jelas sebagai titik tolak dalam penelitian dan alternatif pemecahannya.
4.      Mudah dalam pengumpulan data untuk menguji hipotesis.
5.      Mudah dalam menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengolahan data dan dikembalikan pada jawaban hipotesis yang sudah dirumuskan.
6.      Dapat memecahkan masalah yang diteliti sehingga dapat menemukan kebenaran serta implikasinya untuk memberi saran-saran agar masa depan lebih baik.

No comments:

Post a Comment