Wednesday, December 7, 2011

Penelitian Eksperimen: Pengertian dan Konsep Dasarnya

Penelitian adalah :
 Research : Pencarian kembali
 Riset : mrpk proses yang berjalan scr terus menerus ( penelitian tidak bersifat final dan bisa disempurnakan)
 Menemukan mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah
 Suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu
 Sebagai proses penemuan mlalui pengamatan /penyelidikan yang bertujuan untuk mencari jawaban permasalahan
Metode penelitian
Cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu
 Cara ilmiah : didasarkan ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis
 Rasional : penelitian dilakukan dengan cara yang masuk akal oleh penalaran manusia
 Empiris : cara yang digunakan dapat diamati dengan indera manusia
 Sistematis : Proses penelitian menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis
Apa itu metodologi penelitian?
Ilmu tentang kerangka kerja melaksanakan penelitian
Apa beda Penelitian dan metode Ilmiah
 Penelitian :( Pahami ciri kerja penelitian)
 Ciri Kerja Penelitian:
 penelitian dirancang untuk memecahkan msl
 Memiliki nilai deskripsi, prediksi dan pengembangan generalisasi
 Penelitian memerlukan instrumen unt pengump data
 Penelitian dirancang dg prosedur teliti dan rasional
 penelitian menuntut keahlian
 Penelitian yang menggunakan hipotesis tekanannya untuk pengujian hipotesis
 Penelitian menuntut kesabaran tidak dilakukan tergesa-gesa
 Penelitian memerlukan pencatatan dan pelaporannya dilakukan secara teliti dan cermat baik prosedur maupun kesimpulannya disajikan atas bukti yang obyektif, cermat
Metode ilmiah dalam suatu penelitian
 Metode ilmiah dalam Suatu Penelitian :
Mengikuti proses dalam suatu penelitian, obyektif, sistematis, menggunakan prosedur dan berpegang pada kaidah dan prinsip penelitian melalui pengumpulan data, pengolahan data dan pembuktian secara ilmiah
Mengapa penelitian dilakukan ?
 Rasa Ingin Tahu
 Pengembangan Diri
 Kesadaran Keterbatasan Pengetahuan
 Pemecahan Masalah
Berbagai cara dalam memecahkan Masalah
Pemecahan masalah:
 Tradisional
 Kepercayaan
 Intuitif
 Emosional
 Trial and error
 Melalui Penelitian
Cara mencari kebenaran
 Penemuan secara kebetulan
 Trial and error
 Otoritas/kewibawaan
 Spekulasi
Memilih berbagai kemungkinan
 Berpikir kritis/berdasarkan pengalaman
Deduktif – Induktif
 Metode penelitian Ilmiah
Kesimpulan ditarik berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan melalui prosedur yang obyektif, sistematis, jelas dan terkontrol
Penelitian Sebagai Pencarian Ilmiah
Penelitian merupakan suatu kegiatan untuk menemukan, mengembangkan pengetahuan dengan menggunakan metode-metode yang diorganisasikan secara obyektif sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis dan menginterprestasikan data
Penelitian Pendidikan?
 Cara yang digunakan untuk mendapatkan info yang berguna dan dapat dipertanggungjawabkan dalam upaya untuk memahami proses kependidikan dengan menggunakan metode ilmiah
 Kegiatan sistematis untuk mencari jawaban yang benar/mendekati kebenaran tentang permasalahan pendidikan berdasarkan penalaran yang logis, rasional didukung oleh fakta empirik
Fungsi Penelitian Pendidikan
 Berperan dalam mengembangkan pengetahuan dan memperbaiki praktik pendidikan
 Pemecahan masalah pendidikan terutama masalah yang berkenaan dg kualitas proses penddk, pengjrn, kualitas hasil pendidikan, efektifitas pendk
Sebagai Contoh :
fungsi berdasar jenis penelitian
 Penelitian Dasar ( basic research) diarahkan untuk pengujian teori
 Penelitian Terapan ( applied research) diarahkan untuk menguji manfaat dan teori-teori ilmiah
 Penelitian Evaluatif diarahkan untuk menilai keberhasilan kegiatan suatu program
 Penelitian Tindakan diarahkan untuk memperbaiki suatu masalah sosial
 Penelitian tindakan kelas diarahkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas
Tujuan Penelitian pendidikan
 Memperoleh informasi baru
 Mengembangkan dan menjelaskan
 Menerangkan dan memprediksi suatu ubahan/variabel
Ada 2 pendekatan penelitian
Penelitian Kuantitatif:
 Berpijak konsep positivistik: Berdimensi tunggal, tetap, fixed, penelitian dalam menjawab permasalahan penelitian memerlukan pengukuran yang cermat terhadap obyek yang diteliti guna menghasilkan kesimpulan yg bs digeneraliasasikan
Penelitian Kualitatif
 Berpijak pada konsep naturalistik:
berdimensi jamak, open, tidak mungkin disusun rancangan penelitian
Penelitian kuantitantif
 Berpijak pada konsep positivistik
 Berdimensi tunggal, fixed, stabil
 Hubungan antara peneliti dg obyek lepas, dg menggunakan instrumen standar
 Setting penelitian buatan lepas dari tempat dan waktu
 Menggunakan analisis kuantitatif/statistik
 Hasil penelitian berupa inferensi, generalisasi dan prediksi
Penelitian kualitatif
 Berpijak pada konsep naturalistik
 Kenyataan berdimensi jamak, utuh, terbuka, berubah
 Hubungan peneliti dg obyek berinteraksi, peneliti sebagai instrumen
 Setting penelitian alamiah, terkait tempat dan waktu
 Analisi subyektif, intuitif, rasional
 Hasil penelitian berupa deskripsi, interprestasi
Identifikasi masalah
SUMBER MASALAH
 Bacaan
 Pertemuan Ilmiah
 Pemegang Otoritas
 Intuisi
 Pengamatan
 Pengalaman
 Wawancara dan angket
 Observasi
 Refleksi Diri dll
Kriteria permasalahan yang baik
 Permasalahan sesuai dg bidang ilmu ( keahlian)
 Permasalahan sesuai minat calon peneliti
 Permasalahan memiliki kemanfaatan yang luas ( Arikunto ( 1999)
Pendapat dari yang lain intinya sama
Perumusan Masalah dalam penelitian Formal
 Rumusan Singkat dan bermakna
 Rumusan dalam bentuk kalimat tanya
 Masalah dirumuskan secara operasional
 Rumusan masalah mampu memberi petunjuk tentang memungkinkannya pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan yang terkandung dalam masalah penelitian tersebut
Contoh : Apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa antara yang diajar dengan metode inkuiri dan metode problem solving pada mata pelajaran IPA SD Kelas VI?
Variabel dan Hipotesis dalam penelitian formal
 Variabel/Ubahan : gejala yang diteliti
 Simbol yang digunakan untuk mentransfer gejala kedalam data penelitian
Jenis-jenis variabel
1. variabel bebas (independent Variable)
Variabel Perlakukan/Intervensi, Input,
Prediktor, (variabel yang mempengaruhi)
2. Variabel terikat (dependent variable)
Variabel hasil/Out put, Kriteria, Respon
(Variabel yang dipengaruhi)
3. Variabel ekstranus (extraneous variable)
4. variabel Penyela (intervening variable)
5. Variabel moderator
6. Variabel kendali
Contoh :
 Metode Mengajar _ Prestasi Belajar
 Metode Mengajar merupakan variabel Bebas
 Prestasi belajar merupakan variabel terikat
 Variabel penyela/Intervening variable adalah proses belajar yang terjadi pada diri subyek, motivasi belajar
 Variabel Moderator : jenis kelamin
 Variabel kendali : Usia
 Exstranoues variabel : termasuk variabel bebas yang tidak dikontrol
Hipotesis
Hipotesis ?
 Adalah penjelasan /dugaan yang bersifat sementara kejadian atau peristiwa yang sudah atau akan terjadi
 Hubungan yang diduga logis antara 2 variabel atau lebih yang dapat diuji secara empiris
Fungsi hipotesis dalam penelitian kuantitatif
 Menjelaskan masalah penelitian dan pemecahannya secara rasional
 Menyatakan variabel penelitian yang perlu diuji secara empiris
 Digunakan sebagai pedoman untuk melakukan pengumpulan data
 Sebagai dasar untuk membuat kesimpulan
Rumusan hipotesis
Kriteria rumusan :
 Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian dengan maksud dapat diuji secara empiris
 Berpa pernyatan yang dikembangkan berdasarkan teori yang lebih kuat dari pada rivalnya.
Rumusan Hipotesis
 Hiipotesis nihil (null hipotesis) (Ho)
 Contoh : Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa SD kelas !V antara yang diajar dengan menggunakan metode ceramah dan metode diskusi
 Hipotesis alternatif ( hipotesis kerja) (Ha)
 Dalam hipotesis sering digunakan hipotesis alternatif contoh
 Ada perbedaan prestasi belajar siswa SD kelas IV antara yang diajar dengan menggunakan metode ceramah dan metode diskusi
Populasi dan sampel
 Populasi adalah seluruh subyek didalam wilayah penelitian
 Sampel adalah bagian dari populasi
 Sampling adalah proses pemilihan sejumlah individu sebagai obyek penelitian sebagai perwakilan kelompok
TEKNIK SAMPLING
 Random sampling
 Non random sampling
Random sampling
 Simple Random Sampling
 Stratified Random Sampling
 Proporsional Stratified Random sampling
 Cluster Random Sampling
 Area Random sampling
 Two Stage Random Sampling
Non random sampling
 Systematic Sampling
 Purposive Sampling
 Convenience sampling
Penelitian eksperimen
Pengertian Penelitian Eksperimen
 Penelian eksperimen mencoba meneliti ada hubungan sebab akibat dg cara membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dg satu atau lebih dg kelompok pembanding yg tdk menerima perlakukan
Beberapa variasi penelitian eksperimen
 Eksperimen murni (true eksperiment)
 Eksperimen Semu (quasi eksperiment)
 Eksperimen lemah
 Eksperimen subyek tunggal
Tujuan Penelitian Eksperimen
 Menguji hipotesis yg diajukan dalam penelitian
Menarik generalisasi hubungan antar variabel
Karakteristik Penelitian Eksperimen
 Variabel penelitian diatur secara ketat
 Adanya kelompok kontrol sebagai base line
 Memusatkan diri pada pengontrolan variabel, untuk memaksimalkan variansi variabel yang berkaitan dengan hipotesis penelitian, dan meminimalkan variansi variabel pengganggu yang memungkinkan mempengaruhi hasil eksperimen
 Validitas internal
 Validitas eksternal
Kelompok eksperimen dan kelompok control
 Didalam penelitian eksperimen terdapat dua kelompok : kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
( kedua kelompok tersebut sedapat mungkin sama /homogin/mendekati sama karakteristiknya
 Kelompok eksperimen diberi pengaruh atau treatmen tertentu
Kelompok kontrol tidak diberikan
Faktor yang perlu dikontrol
 Latar belakang kebudayaan
 Kondisi hasil belajar siswa
 Ruangan kelas
 fasilitas
 Waktu Belajar
 latar belakang pendidikan guru
 Pengalaman mengajar
 Tingkat kedisiplinan
 Semua variabel yang bisa berpengaruh terhadap variabel terikat
Kesesatan dalam eksperimen
 Kesesatan/error : adanya perbedaan hasil eksperimen mutlak bukan dari tindakan tetapi sebagian dipengaruhi oleh variabel ekstra yang menyebabkan terjadinya perbedaan
 Ada kesasatan konstan dan tidak konstan
 Jenis kesesatan:
 Kesesatan tipe S (subyek)
 Kesesatan tipe G (Group)
 Kesesatan tipe R ( Replikasi)
Desain Eksperimen
 Desain Eksperimen suatu rancangan percobaan merupakan langkah-langkah lengkap yang perlu diambil sebelum eksperimen dilakukan agar data yang diperoleh akan membawa ke analisis obyektif dan kesimpulan yang valid
 Dalam penelitian eksperimen tidak terkonsentrasi pada satu jenis desain/pola eksperimen
 Setiap desain/pola mempunyai kelemahan dan kebaikan
 Peneliti harus mampu memilih desain eksperimen yang dapat dilaksanakan dan paling minim mengandung resiko kelemahan

Sumber: http://blog.unnes.ac.id/faza/2011/05/30/penelitian-eksperimen/

No comments:

Post a Comment

Post a Comment